Tanggal 18 November 2007 adalah hari dimana aku berserah diri pada Allah . Aku tahu bahwa TUHAN itu ada . Aku tahu bahwa aganaku benar . Hari itu (25 November)aku menangis bertaubat . Tapi kenapasifat burukku selama 8 tahun belum bisa aku rubah.Aku tahu , Aku hanyalah manusia penuh dosa . Selama ini aku memeluk agama islam karena keturunan seharusnya aku tahu bahwa aku harusmembuktikan bahwa ISLAM itu memang agama yang benar . INSYA ALLAH mulai sekarang aku harus jadi remaja islam yang tahu agamanya
TERIMA KASIH Pak Imron , Mas TRI , MBAK Novi , MBak Siska , dan semua anak SKI . Ku harap kita dapat memajukan ISLAM yang benar bukan yang salah Dan tunjukkn pada dunia bahwa Islam adalah Agama maju bukan terpuruk. ALLOHU AKBAR!!!!!!
Jumat, 14 Desember 2007
kenapa harus terjadi???????
aku tak tau apa yang ku rasakan ini.Aku bingung harus bagaimana .Aku berharap dia jadi teman aku untukselamanya . Karena hanya dia yang bisa ngertiin aku . Sampai kapanpun kau adalah teman terbaikku . Hanya kepada engkaulah aku bisa terbuka . Dan ku berharap persahabat ini tak akan pernah putus . OK FRENN!!!!!!!
I"M Sorry my love to ur boy's friend
Teman ada yang ingin ku sampaikan
Namun ini tak pantas tuk kau dengar
Ku sadar ditempat yang salah Karena dibutakan CINTA
Yang kau lihat tak sperti yang kau nilai
Semua tlah terjadi diluar kendaliku
Jika bisa kuarahkan saja
cinta ini ke lain cinta...
Maafkan mencintai kekasihmu...kekasihmu
Namun ku tak ingin menjadi
penyebab kehancuran antara kau dan dia
Dan Aku...Teman takkan kupaksa kau maafkan
diriku yang terlanjur bersalah
hanyalah maaf tulus dariku
takkan pernah kubuat lagi
Salahkah aku?????
Namun ini tak pantas tuk kau dengar
Ku sadar ditempat yang salah Karena dibutakan CINTA
Yang kau lihat tak sperti yang kau nilai
Semua tlah terjadi diluar kendaliku
Jika bisa kuarahkan saja
cinta ini ke lain cinta...
Maafkan mencintai kekasihmu...kekasihmu
Namun ku tak ingin menjadi
penyebab kehancuran antara kau dan dia
Dan Aku...Teman takkan kupaksa kau maafkan
diriku yang terlanjur bersalah
hanyalah maaf tulus dariku
takkan pernah kubuat lagi
Salahkah aku?????
Jumat, 16 November 2007
Pertanyaan Di yahoo tentang remaja ISLAM saat ini
Di era globalisasi sekarang ini banyak para remaja yang lebih condong ke kebudayaan barat yang merupakan mayoritas nonmuslim. kalau menurut kalian bagaimana jangan lupa dengan solusinya!!!
Globalisasi adl ide besar. Di dlmnya ada hal2 yg menyangkut ilmu/saintek dan tsaqäfah/budaya. Utk menyikapinya, kita hrs punya ide yg besar juga. Itulah sistem Islam. (Semoga msh ingat bhw Islam juga pernah mendunia selama 13 abad lebih).
Solusinya:
- pd tingkat individu, usahakan pembinaan remaja. Jelaskan bhw kalo ilmu silakan diraih sebanyak2nya. Kalo budaya/gaya-hidup, hrs disaring dulu dg syariah.
- pd tingkat masyarakat, hrs ada kepedulian kpd remaja; pergaulannya, lingkungannya, dsb.
- pd tingkat negara, hrs ada penerapan syariah di segenap lini kehidupan; politik, ekonomi, sos-bud, hukum, pendidikan, dsb.
Inilah solusi menyeluruh thd globalisasi.
Semoga paham.
Globalisasi adl ide besar. Di dlmnya ada hal2 yg menyangkut ilmu/saintek dan tsaqäfah/budaya. Utk menyikapinya, kita hrs punya ide yg besar juga. Itulah sistem Islam. (Semoga msh ingat bhw Islam juga pernah mendunia selama 13 abad lebih).
Solusinya:
- pd tingkat individu, usahakan pembinaan remaja. Jelaskan bhw kalo ilmu silakan diraih sebanyak2nya. Kalo budaya/gaya-hidup, hrs disaring dulu dg syariah.
- pd tingkat masyarakat, hrs ada kepedulian kpd remaja; pergaulannya, lingkungannya, dsb.
- pd tingkat negara, hrs ada penerapan syariah di segenap lini kehidupan; politik, ekonomi, sos-bud, hukum, pendidikan, dsb.
Inilah solusi menyeluruh thd globalisasi.
Semoga paham.
Di era globalisasi sekarang ini banyak para remaja yang lebih condong ke kebudayaan barat yang merupakan mayoritas nonmuslim. kalau menurut kalian bagaimana jangan lupa dengan solusinya!!!
Globalisasi adl ide besar. Di dlmnya ada hal2 yg menyangkut ilmu/saintek dan tsaqäfah/budaya. Utk menyikapinya, kita hrs punya ide yg besar juga. Itulah sistem Islam. (Semoga msh ingat bhw Islam juga pernah mendunia selama 13 abad lebih).
Solusinya:
- pd tingkat individu, usahakan pembinaan remaja. Jelaskan bhw kalo ilmu silakan diraih sebanyak2nya. Kalo budaya/gaya-hidup, hrs disaring dulu dg syariah.
- pd tingkat masyarakat, hrs ada kepedulian kpd remaja; pergaulannya, lingkungannya, dsb.
- pd tingkat negara, hrs ada penerapan syariah di segenap lini kehidupan; politik, ekonomi, sos-bud, hukum, pendidikan, dsb.
Inilah solusi menyeluruh thd globalisasi.
Semoga paham.
Globalisasi adl ide besar. Di dlmnya ada hal2 yg menyangkut ilmu/saintek dan tsaqäfah/budaya. Utk menyikapinya, kita hrs punya ide yg besar juga. Itulah sistem Islam. (Semoga msh ingat bhw Islam juga pernah mendunia selama 13 abad lebih).
Solusinya:
- pd tingkat individu, usahakan pembinaan remaja. Jelaskan bhw kalo ilmu silakan diraih sebanyak2nya. Kalo budaya/gaya-hidup, hrs disaring dulu dg syariah.
- pd tingkat masyarakat, hrs ada kepedulian kpd remaja; pergaulannya, lingkungannya, dsb.
- pd tingkat negara, hrs ada penerapan syariah di segenap lini kehidupan; politik, ekonomi, sos-bud, hukum, pendidikan, dsb.
Inilah solusi menyeluruh thd globalisasi.
Semoga paham.
Remaja Islam Dalam Negara Merdeka
Golongan remaja mewakili peratusan tertinggi penduduk di Malaysia. Peranan dan tanggungjawab remaja sebagai generasi pemimpin pada masa akan datang sesungguhnya memberi impak yang besar kepada pembangunan negara.
Golongan remaja di Malaysia biasanya terdiri dari kumpulan umur antara 14-21 tahun. Dalam hal ini, ahli-ahli sains sosial mempunyai pandangan yang berbeza dalam mengkategorikan had umur mereka.
Walau bagaimanapun, di peringkat ini, cabaran dari sudut sikap dan perilaku mereka sering kali dianggap negatif dan memudaratkan.
Malah pada masa yang sama masyarakat juga telah menghukum mereka sebagai golongan yang mendatangkan masalah kepada negara dan juga telah mencemarkan nama negara Malaysia yang telah merdeka.
Apakah maksud kemerdekaan? Menurut Kamus Dewan, merdeka membawa maksud bebas, lepas, berdiri sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain.
Dalam hal ini, jika kita menelusuri data-data mengenai penglibatan remaja kita dalam masalah sosial sangat membimbangkan. Adakah ini mencerminkan ciri-ciri remaja dalam sebuah negara merdeka?
Remaja Islam sebenarnya mempunyai tempat yang tinggi dalam masyarakat dan negara.
Ini berdasarkan hak yang diberikan oleh Allah s.w.t. kepada setiap diri insan sebagaimana disebutkan di dalam al Quran yang bermaksud :
“Sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak Adam dan Kami angkat mereka di dataran dan lautan, dan Kami beri rezeki mereka dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dari kebanyakan makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna”. (al Isra: ayat 70)
Untuk membincangkan perkara ini dengan lebih lanjut marilah kita renungkan dan hayati isu-isu yang melibatkan golongan remaja kita pada hari ini terutamanya remaja Islam.
Penagihan dadah serta pil Ecstasy
Sebanyak 45 peratus golongan penagih dadah didapati mula terlibat secara tidak aktif sewaktu zaman persekolahan.
Perangkaan tahun 1996 menunjukkan 71 peratus remaja di antara usia 13 hingga 18 tahun sudah mula menghisap rokok, 80 peratus penagih bermula dengan merokok dan kemudian menghisap ganja, mengambil pil khayal dan seterusnya menagih dadah yang lebih berbahaya. (Lokman Moidin, “Prihatin kepada remaja untuk masa depan negara”).
Ada sesetengah daripada remaja pada hari ini menghidu gam, minum air daun ketum atau dikenali sebagai `air biak’, ganja serta menghisap pit.
Pada tahun 1997 sahaja, kementerian mendapati 16.7 peratus remaja kita merokok. ”Kaki minum di kalangan remaja kita pada tahun 1996 sahaja sebanyak 9.0 peratus. (Datuk Dr. Chua Jui Meng, “Gejala sosial bawa kemudaratan — Kesihatan remaja berada pada tahap membimbangkan”, 1998).
Manakala pengambilan Pil ecstasy di kalangan remaja juga semakin membimbangkan. Ini berdasarkan kepada siri penangkapan remaja-remaja di pusat hiburan mendapati pil-pil ecstasy boleh didapati dengan mudah di sana.
Remaja harus menyedari bahawa pil ini sangat merbahaya dan merosakkan kesihatan individu yang mengambilnya.
Menurut Dr. Mazlan Mahmud, Pakar Perubatan Penagihan, Jabatan Psikiatri Hospital Muar, Johor (Utusan Malaysia, 2002) mengatakan, Pil ini mengandungi dadah amfetima yang boleh merencat bahagian otak yang mengawal nafsu makan.
Keadaan ini menyebabkan seseorang itu mengalami kurang selera makan. Selain daripada itu, Pil ecstasy juga akan menyebabkan seseorang menjadi lebih aktif pada peringkat awal pengambilan dan ini akan menyebabkan berat badan individu terbabit menurun mendadak.
Keadaan akan menjadi lebih teruk sekiranya individu tersebut berhenti daripada mengambil pil itu.
Dalam masa beberapa minggu selepas itu, individu tersebut akan menjadi letih, banyak tidur, berasa runsing, susah hati dan kuat makan.
Pada masa ini pula seseorang individu akan mengalami peningkatan berat badan secara mendadak dan keadaan ini akan mendorong individu itu mengambil pil ecstasy semula sehingga menyebabkannya terjebak dengan penagihan.
Untuk pengetahuan umum, Pil ecstasy juga boleh menyebabkan peningkatan perasaan seksual seseorang. Mereka akan berasa lebih seronok dan berahi.
Malah nafsu seks mereka boleh menjadi tidak terbatas iaitu mereka tidak berasa takut untuk melakukan seks secara rambang atau mendapat penyakit berjangkit.
Seks Bebas
Menurut Dr. Maryani Md. Nor dari Jabatan Psikologi dan Kaunseling, Fakulti Pendidikan Universiti Malaya (UM), seks bebas boleh diterjemahkan sebagai perhubungan seks tanpa ikatan nikah yang sah kini menjadi isu serius yang melanda remaja masa kini.(Rosmah Dain, “Seks Bebas – Isu Serius Melanda Remaja Malaysia”).
Keadaan ini ada kaitannya dengan penyebaran teknologi maklumat yang begitu berleluasa serta ditambah pula dengan iman yang rapuh dalam diri para remaja islam pada hari ini.
Fenomena video lucah, serta bahan-bahan bacaan lucah begitu mudah didapati di pasaran.
Selain itu, pengaruh rakan sebaya juga tidak kurang hebatnya. Harus disedari bahawa perlakuan seks bebas merupakan perbuatan yang diharamkan dalam Islam.
Oleh itu, di dalam Islam bagi mereka yang tidak dapat menahan keinginan, Islam menggalakkan umatnya menggunakan saluran lain seperti berkahwin atau berpuasa.
Fenomena seks bebas berlaku di mana-mana negara seluruh dunia. Di Amerika Syarikat misalnya dan juga negara-negara Barat lain, kajian menunjukkan satu daripada lima remaja melibatkan diri dalam hubungan seks sebelum mereka mencapai umur 15 tahun.
“Beberapa kajian yang dilakukan di negara ini juga menunjukkan 27 peratus daripada remaja kita hari ini mengadakan hubungan seks luar nikah”.
Halijah berkata, antara sebab-sebab mengapa remaja di negara ini terdorong terlibat dalam hubungan seks bebas ialah akibat permintaan dan `godaan’ yang lebih banyak dan kompleks berbanding remaja pada generasi lalu.
Di samping itu, pengaruh daripada rakan sebaya terutamanya di kalangan remaja lelaki juga merupakan faktor penyebab mengapa remaja terdorong melakukan hubungan seks tanpa tahu risikonya.
Dalam pada itu, pengaruh persekitaran yang begitu kondusif turut menggalakkan perlakuan seksual seperti itu. Kehidupan anak-anak yang terlalu terkongkong atau tidak rapat dengan ibu bapa atau keluarga, boleh menyebabkan anak-anak ingin meneroka sesuatu yang negatif.
Selain itu kurangnya didikan agama juga menjadi punca utama mengapa mereka tidak dapat menahan diri daripada terjebak dalam kancah maksiat seperti ini. Halijah berkata, antara kesan-kesan mengamalkan seks bebas ialah kehamilan.
Di Amerika Syarikat misalnya, lebih kurang 40 peratus daripada remajanya hamil luar nikah. Akibat kehamilan luar jangkaan ini ramai remaja perempuan bertindak menggugurkan kandungan mereka yang akhirnya menimbulkan komplikasi kesihatan dan kematian.
Statistik yang diperoleh oleh Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO) mendapati 4.4 juta remaja dunia pernah menggugurkan kandungan,” katanya.
Hubungan seks bebas juga membawa risiko penyakit kelamin. Menurut anggaran WHO, setiap tahun, seorang daripada 20 remaja di dunia dijangkiti penyakit kelamin yang mana daripada sejumlah 333 juta kes baru penyakit kelamin, 111 juta kes berlaku di kalangan mereka yang berusia di bawah 25 tahun.
Hubungan seks bebas yang tiada perlindungan boleh menyebabkan peningkatan kepada risiko keguguran di kalangan remaja yang masih mentah yang bukan sahaja membahayakan nyawanya juga paling tidak selamat ialah akan meningkatnya kes penyakit kelamin dan berjangkit seperti gonorea, sifilis dan lebih berbahaya iaitu AIDS.
Antara punca yang dikenal pasti berlakunya permasalahan ini ialah kurangnya ilmu pengetahuan tentang penjagaan kesihatan berhubung tentang seks di kalangan remaja dan juga pengamal perubatan yang tidak mahir.
Berdasarkan Kaji Selidik Penyakit dan Kesihatan Negara (bawah Kementerian Kesihatan) memperlihatkan bahawa penglibatan remaja dalam hubungan seks di luar perkahwinan di Malaysia adalah 1.8 peratus pada tahun 1996.
“Jumlah yang paling tinggi adalah di kalangan pelajar perempuan iaitu 2.5 peratus berbanding dengan pelajar lelaki hanya 1.2 peratus sahaja”.
Golongan remaja di Malaysia biasanya terdiri dari kumpulan umur antara 14-21 tahun. Dalam hal ini, ahli-ahli sains sosial mempunyai pandangan yang berbeza dalam mengkategorikan had umur mereka.
Walau bagaimanapun, di peringkat ini, cabaran dari sudut sikap dan perilaku mereka sering kali dianggap negatif dan memudaratkan.
Malah pada masa yang sama masyarakat juga telah menghukum mereka sebagai golongan yang mendatangkan masalah kepada negara dan juga telah mencemarkan nama negara Malaysia yang telah merdeka.
Apakah maksud kemerdekaan? Menurut Kamus Dewan, merdeka membawa maksud bebas, lepas, berdiri sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain.
Dalam hal ini, jika kita menelusuri data-data mengenai penglibatan remaja kita dalam masalah sosial sangat membimbangkan. Adakah ini mencerminkan ciri-ciri remaja dalam sebuah negara merdeka?
Remaja Islam sebenarnya mempunyai tempat yang tinggi dalam masyarakat dan negara.
Ini berdasarkan hak yang diberikan oleh Allah s.w.t. kepada setiap diri insan sebagaimana disebutkan di dalam al Quran yang bermaksud :
“Sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak Adam dan Kami angkat mereka di dataran dan lautan, dan Kami beri rezeki mereka dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dari kebanyakan makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna”. (al Isra: ayat 70)
Untuk membincangkan perkara ini dengan lebih lanjut marilah kita renungkan dan hayati isu-isu yang melibatkan golongan remaja kita pada hari ini terutamanya remaja Islam.
Penagihan dadah serta pil Ecstasy
Sebanyak 45 peratus golongan penagih dadah didapati mula terlibat secara tidak aktif sewaktu zaman persekolahan.
Perangkaan tahun 1996 menunjukkan 71 peratus remaja di antara usia 13 hingga 18 tahun sudah mula menghisap rokok, 80 peratus penagih bermula dengan merokok dan kemudian menghisap ganja, mengambil pil khayal dan seterusnya menagih dadah yang lebih berbahaya. (Lokman Moidin, “Prihatin kepada remaja untuk masa depan negara”).
Ada sesetengah daripada remaja pada hari ini menghidu gam, minum air daun ketum atau dikenali sebagai `air biak’, ganja serta menghisap pit.
Pada tahun 1997 sahaja, kementerian mendapati 16.7 peratus remaja kita merokok. ”Kaki minum di kalangan remaja kita pada tahun 1996 sahaja sebanyak 9.0 peratus. (Datuk Dr. Chua Jui Meng, “Gejala sosial bawa kemudaratan — Kesihatan remaja berada pada tahap membimbangkan”, 1998).
Manakala pengambilan Pil ecstasy di kalangan remaja juga semakin membimbangkan. Ini berdasarkan kepada siri penangkapan remaja-remaja di pusat hiburan mendapati pil-pil ecstasy boleh didapati dengan mudah di sana.
Remaja harus menyedari bahawa pil ini sangat merbahaya dan merosakkan kesihatan individu yang mengambilnya.
Menurut Dr. Mazlan Mahmud, Pakar Perubatan Penagihan, Jabatan Psikiatri Hospital Muar, Johor (Utusan Malaysia, 2002) mengatakan, Pil ini mengandungi dadah amfetima yang boleh merencat bahagian otak yang mengawal nafsu makan.
Keadaan ini menyebabkan seseorang itu mengalami kurang selera makan. Selain daripada itu, Pil ecstasy juga akan menyebabkan seseorang menjadi lebih aktif pada peringkat awal pengambilan dan ini akan menyebabkan berat badan individu terbabit menurun mendadak.
Keadaan akan menjadi lebih teruk sekiranya individu tersebut berhenti daripada mengambil pil itu.
Dalam masa beberapa minggu selepas itu, individu tersebut akan menjadi letih, banyak tidur, berasa runsing, susah hati dan kuat makan.
Pada masa ini pula seseorang individu akan mengalami peningkatan berat badan secara mendadak dan keadaan ini akan mendorong individu itu mengambil pil ecstasy semula sehingga menyebabkannya terjebak dengan penagihan.
Untuk pengetahuan umum, Pil ecstasy juga boleh menyebabkan peningkatan perasaan seksual seseorang. Mereka akan berasa lebih seronok dan berahi.
Malah nafsu seks mereka boleh menjadi tidak terbatas iaitu mereka tidak berasa takut untuk melakukan seks secara rambang atau mendapat penyakit berjangkit.
Seks Bebas
Menurut Dr. Maryani Md. Nor dari Jabatan Psikologi dan Kaunseling, Fakulti Pendidikan Universiti Malaya (UM), seks bebas boleh diterjemahkan sebagai perhubungan seks tanpa ikatan nikah yang sah kini menjadi isu serius yang melanda remaja masa kini.(Rosmah Dain, “Seks Bebas – Isu Serius Melanda Remaja Malaysia”).
Keadaan ini ada kaitannya dengan penyebaran teknologi maklumat yang begitu berleluasa serta ditambah pula dengan iman yang rapuh dalam diri para remaja islam pada hari ini.
Fenomena video lucah, serta bahan-bahan bacaan lucah begitu mudah didapati di pasaran.
Selain itu, pengaruh rakan sebaya juga tidak kurang hebatnya. Harus disedari bahawa perlakuan seks bebas merupakan perbuatan yang diharamkan dalam Islam.
Oleh itu, di dalam Islam bagi mereka yang tidak dapat menahan keinginan, Islam menggalakkan umatnya menggunakan saluran lain seperti berkahwin atau berpuasa.
Fenomena seks bebas berlaku di mana-mana negara seluruh dunia. Di Amerika Syarikat misalnya dan juga negara-negara Barat lain, kajian menunjukkan satu daripada lima remaja melibatkan diri dalam hubungan seks sebelum mereka mencapai umur 15 tahun.
“Beberapa kajian yang dilakukan di negara ini juga menunjukkan 27 peratus daripada remaja kita hari ini mengadakan hubungan seks luar nikah”.
Halijah berkata, antara sebab-sebab mengapa remaja di negara ini terdorong terlibat dalam hubungan seks bebas ialah akibat permintaan dan `godaan’ yang lebih banyak dan kompleks berbanding remaja pada generasi lalu.
Di samping itu, pengaruh daripada rakan sebaya terutamanya di kalangan remaja lelaki juga merupakan faktor penyebab mengapa remaja terdorong melakukan hubungan seks tanpa tahu risikonya.
Dalam pada itu, pengaruh persekitaran yang begitu kondusif turut menggalakkan perlakuan seksual seperti itu. Kehidupan anak-anak yang terlalu terkongkong atau tidak rapat dengan ibu bapa atau keluarga, boleh menyebabkan anak-anak ingin meneroka sesuatu yang negatif.
Selain itu kurangnya didikan agama juga menjadi punca utama mengapa mereka tidak dapat menahan diri daripada terjebak dalam kancah maksiat seperti ini. Halijah berkata, antara kesan-kesan mengamalkan seks bebas ialah kehamilan.
Di Amerika Syarikat misalnya, lebih kurang 40 peratus daripada remajanya hamil luar nikah. Akibat kehamilan luar jangkaan ini ramai remaja perempuan bertindak menggugurkan kandungan mereka yang akhirnya menimbulkan komplikasi kesihatan dan kematian.
Statistik yang diperoleh oleh Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO) mendapati 4.4 juta remaja dunia pernah menggugurkan kandungan,” katanya.
Hubungan seks bebas juga membawa risiko penyakit kelamin. Menurut anggaran WHO, setiap tahun, seorang daripada 20 remaja di dunia dijangkiti penyakit kelamin yang mana daripada sejumlah 333 juta kes baru penyakit kelamin, 111 juta kes berlaku di kalangan mereka yang berusia di bawah 25 tahun.
Hubungan seks bebas yang tiada perlindungan boleh menyebabkan peningkatan kepada risiko keguguran di kalangan remaja yang masih mentah yang bukan sahaja membahayakan nyawanya juga paling tidak selamat ialah akan meningkatnya kes penyakit kelamin dan berjangkit seperti gonorea, sifilis dan lebih berbahaya iaitu AIDS.
Antara punca yang dikenal pasti berlakunya permasalahan ini ialah kurangnya ilmu pengetahuan tentang penjagaan kesihatan berhubung tentang seks di kalangan remaja dan juga pengamal perubatan yang tidak mahir.
Berdasarkan Kaji Selidik Penyakit dan Kesihatan Negara (bawah Kementerian Kesihatan) memperlihatkan bahawa penglibatan remaja dalam hubungan seks di luar perkahwinan di Malaysia adalah 1.8 peratus pada tahun 1996.
“Jumlah yang paling tinggi adalah di kalangan pelajar perempuan iaitu 2.5 peratus berbanding dengan pelajar lelaki hanya 1.2 peratus sahaja”.
About Tristan
Cowok cakep kelahiran Surabaya ini suka banget yang namanya main basket.Selain itu dia jaga hobi taekwondo.Cowok yang bernama asli Randi Dionisius pangalila ini pinter banget main gitar lo!Dia kan termasuk anak band.Dia tuh penurut banget , sabar , pokoknya ga suka bantah dehhhhhhhhh!Anak terakhir dari 2 bersaudara ini suka banget makan terong sambel (emang asli suroboyo banget ya!!!!!!!!)
Langganan:
Postingan (Atom)













